TAWARAN
SANG GEMBALA AGUNG: HIDUP BERKELIMPAHAN BERSAMA KOMUNITAS
Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1Yohanes 3:16-24;
Yohanes 10:11-18
Hidup berkelimpahan adalah dambaan semua orang. Hampir
tidak ada orang yang ingin hidupnya biasa-biasa saja, atau pas-pasan. Orang
ingin mendapatkan hidup yang berkelimpahan, sebab dia akan dapat memenuhi semua
keinginannya, bahkan menguasai orang lain. Keinginan untuk hidup berkelimpahan
kadang membuat manusia jatuh pada penyempitan makna hidup yang diukur hanya kepemilikan
materi, karier, kedudukan dan kuasa. Pada akhirnya, manusia kehilangan kasih
kepada sesamanya. Dunia kita saat ini memperlihatkan sempitnya makna hidup
berkelimpahan.
Allah sebagai gembala merupakan
pernyataan iman orang percaya. Melalui kehadiran Gembala Agung, kita merasakan
kehadiran Allah yang penuh kasih, yang rela berkorban, melindungi dan
memulihkan hidup. Inilah yang dilakukan Allah melalui peristiwa Paska, sebagai
puncak dari kasih-Nya yang diberikan kepada manusia. Jika kita telah menerima
kasih Allah yang sempurna ini, sesungguhnya kita telah mendapatkan hidup yang
berkelimpahan. Hidup kita sudah cukup untuk merasakan kebahagiaan kekal. Kita
telah mendapatkan apa yang kita butuhkan: penerimaan, penebusan, dan
kepercayaan dari Alllah.
Paska selalu mengingatkan bahwa kita
telah menerima hidup berkelimpahan dari Allah. Demikian pula, Paska
mengingatkan kita untuk berbagi hidup berkelimpahan bersama orang lain, bersama
komunitas di luar diri kita. Kita dipanggil menjadi gembala bagi orang lain.
Dunia kita yang tidak ramah saat ini membutuhkan kasih yang menerima, menembus
dan memulihkan.
(Diambil dari
buku Dian Penuntun edisi 19 hal. 299-300)
No comments:
Post a Comment