Kasih:
Kekayaan yang Mempersatukan
Apakah
saudara punya kasih?
Kasih
yang bagaimana yang saudara punya?
Kasih:
kasih eros = kasih birahi;
kasih filia = kasih
pertemanan/persahabatan;
kasih storge = kasih
kekeluargaan/ikatan darah;
kasih agape = kasih ilahi, kasih
yang tanpa pamrih,
kasih yang tidak perperhitungkan untung-rugi;
tidak memperhitungkan teman bukan teman;
saudara bukan saudara.
Allah
dalam Yesus Kristus mau sebagai orang Kristen, kita punya kasih ilahi (agape),
tidak cukup dengan eros, filia dan storge, karena kasih itulah yang Allah telah
karunia dalam Yesus Kristus kepada kita. Kasih yang tanpa pamrih, yang
mengampuni dosa kita dan mempersatukan kita kembali dengan Allah, untuk menjadi
anak-anak Allah. ( Yohones 1:12)
Kasih
yang ada pada orang samaria terhadap orang yang mengalami musibah dalam
perjalanannya dari Yerusalem ke Yeriko. Kasih yang perduli dan tanpa pamrih.
(Lukas 10:25-37) Bagi "orang beragama", mungkin orang Samaria itu adalah orang kafir,
apa lagi dibandingkan dengan seorang imam dan orang Lewi.
Tapi bagi Allah dalam
Yesus Kristus, orang yang berkenan kepada Allah, adalah orang yang punya kasih
ilahi, bukan orang yang sekedar berjabatan gerejawi dan yang sekedar punya
pengetahuan serta hafal isi Alkitab (hukum taurat). Orang yang "benar dan
berkenan" kepada Allah, adalah orang yang mau nenjadi sesama manusia bagi
orang yang dalam kemalangan/keprihatinan hidup.
Seperti Ibu Theresa, yang
memberi pangkuannya kepada tunawisma untuk menghembuskan nafasnya yang
terakhir, dan Narayana Khrisnan, seorang koki India, yang rela meninggalkan
pekerjaannya untuk menjadi pekerja sosial yang memberi makan para tunawisma
yang dijumpainya.
Kasih
ilahi, kasih yang mendatangkan kesembuhan kepada perempuan yang sakit
pendarahan, karena imannya kepada Yesus. "Asal kujamah saja jubahNya, aku
akan sembuh!" (Markus 5:28) Kasih ilahi, kasih yang memberi pengharapan
dan kesembuhan. Yesus berkata kepada Yairus, kepala Rumah Ibadah, yang anaknya
sakit dan diberitakan sudah meninggal: "Jangan takut, percaya saja!"
(Markus 5:36) Yesus memegang tangan anak itu dan kata-Nya: "Talita kum," yang berarti:
"Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" (Markus 5:41) Anak itu
bangun, berjalan dan makan. Kasih ilahi, kasih yang membangkitkan dan
menghidupkan.
Yesus
berkata: Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku
telah mengasihi kamu (Yohanes 15:12).
Kasih
ilahi, adalah kasih yang juga ada dalam diri Daud kepada Yonatan, sahabatnya dan
kepada Saul, yang iri dan memusuhinya. Waktu Daud mendengar kematian mereka,
Daud meratapinya dengan dukacita yang dalam, karena ia mengasihi mereka dengan
kasih ilahi, yaitu kasih yang tulus dan tanpa pamrih, yang merupakan kekayaan
yang mempersatukan.
Punyakah
kita akan kasih seperti yang ada pada Daud, yang ada pada pada ibu Theresa dan
Narayana Khrisnan, kasih yang ada pada orang Samaria dan yang ada pada Yesus
Kristus, yang menyembuhkan dan membangkitkan yang "mati".
(Disarikan dari kotbah Pdt. Em. Liely S. Setiadi, Minggu
28 Juni’15, oleh: LSS.)
No comments:
Post a Comment