Friday, July 3, 2015

Ringkasan Khotbah - 28 Juni 2015


Kasih: Kekayaan yang Mempersatukan
Apakah saudara punya kasih?
Kasih yang bagaimana yang saudara punya?
Kasih: kasih eros = kasih birahi;
           kasih filia = kasih pertemanan/persahabatan;
           kasih storge = kasih kekeluargaan/ikatan darah;
           kasih agape = kasih ilahi, kasih yang tanpa pamrih,
kasih yang tidak perperhitungkan untung-rugi;
tidak memperhitungkan teman bukan teman;
saudara bukan saudara. 

Allah dalam Yesus Kristus mau sebagai orang Kristen, kita punya kasih ilahi (agape), tidak cukup dengan eros, filia dan storge, karena kasih itulah yang Allah telah karunia dalam Yesus Kristus kepada kita. Kasih yang tanpa pamrih, yang mengampuni dosa kita dan mempersatukan kita kembali dengan Allah, untuk menjadi anak-anak Allah. ( Yohones 1:12)

Kasih yang ada pada orang samaria terhadap orang yang mengalami musibah dalam perjalanannya dari Yerusalem ke Yeriko. Kasih yang perduli dan tanpa pamrih. (Lukas 10:25-37) Bagi "orang beragama",  mungkin orang Samaria itu adalah orang kafir, apa lagi dibandingkan dengan seorang imam dan orang Lewi. 

Tapi bagi Allah dalam Yesus Kristus, orang yang berkenan kepada Allah, adalah orang yang punya kasih ilahi, bukan orang yang sekedar berjabatan gerejawi dan yang sekedar punya pengetahuan serta hafal isi Alkitab (hukum taurat). Orang yang "benar dan berkenan" kepada Allah, adalah orang yang mau nenjadi sesama manusia bagi orang yang dalam kemalangan/keprihatinan hidup. 

Seperti Ibu Theresa, yang memberi pangkuannya kepada tunawisma untuk menghembuskan nafasnya yang terakhir, dan Narayana Khrisnan, seorang koki India, yang rela meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi pekerja sosial yang memberi makan para tunawisma yang dijumpainya.

Kasih ilahi, kasih yang mendatangkan kesembuhan kepada perempuan yang sakit pendarahan, karena imannya kepada Yesus. "Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh!" (Markus 5:28) Kasih ilahi, kasih yang memberi pengharapan dan kesembuhan. Yesus berkata kepada Yairus, kepala Rumah Ibadah, yang anaknya sakit dan diberitakan sudah meninggal: "Jangan takut, percaya saja!" (Markus 5:36) Yesus memegang tangan anak itu dan kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" (Markus 5:41) Anak itu bangun, berjalan dan makan. Kasih ilahi, kasih yang membangkitkan dan menghidupkan.

Yesus berkata: Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu (Yohanes 15:12).

Kasih ilahi, adalah kasih yang juga ada dalam diri Daud kepada Yonatan, sahabatnya dan kepada Saul, yang iri dan memusuhinya. Waktu Daud mendengar kematian mereka, Daud meratapinya dengan dukacita yang dalam, karena ia mengasihi mereka dengan kasih ilahi, yaitu kasih yang tulus dan tanpa pamrih, yang merupakan kekayaan yang mempersatukan.

Punyakah kita akan kasih seperti yang ada pada Daud, yang ada pada pada ibu Theresa dan Narayana Khrisnan, kasih yang ada pada orang Samaria dan yang ada pada Yesus Kristus, yang menyembuhkan dan membangkitkan yang "mati".


(Disarikan  dari kotbah Pdt. Em. Liely S. Setiadi, Minggu 28 Juni’15, oleh: LSS.)

No comments:

Followers

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda


Kami Kerjalayan Kesehatan Anda

Kami Kerjalayan Kesehatan Anda