IKUTI TELADAN
TOKOH IMAN, SAAT HIDUP PENUH PERSOALAN
Lukas 13 :
31 - 35
Ada
banyak tokoh iman dalam
Alkitab, tetapi kali ini kita hanya akan menyoroti 3 tokoh
saja, yaitu Abraham, Paulus
dan Tuhan Yesus sendiri.
Pertama
: Abraham, yang sedang dalam
persoalan dimana usia yang semakin
tua, sedang menantikan janji Tuhan yang akan membuatnya menjadi
bangsa yang besar, dan kenyataannya belum dikaruniai anak. Abraham tidak
menuntut Tuhan, hanya ia
bertanya apakah warisannya akan jatuh ke tangan Eliezer salah seorang
hamba-nya? Pada saat itu Tuhan
segera memperbaharui janji-Nya,
dan spontan Abraham menjadi percaya
lagi, dan hal itu diperhitungkan sebagai
kebenaran.
Kedua : Paulus, sekalipun sedang dalam penjara, ia tetap memberi nasihat kepada jemaat. Artinya,
ketika dalam belenggu, ia tidak
kehilangan sukacita, bahkan
membagikan sukacita itu kepada orang lain.
Belenggu persoalan tidak boleh
menghilangkan sukacita, bahkan dengan pertolongan kuasa Tuhan seharusnya
dapat tetap membagikan sukacita
itu kepada sesama.
Ketiga : Tuhan
Yesus, terancam hendak dibunuh oleh Herodes, tetapi tetap fokus pada misi-Nya, memberitakan
kabar baik, mengerjakannya tugas
yang diberikan Allah Bapa, mengusir setan-setan dan menyembuhkan, bahkan bersedia memberikan perlindungan, dan perteduhan bagi semua
orang yang mau
datang kepada-Nya. (seperti induk ayam
yang mengumpulkan anak-anaknya,
di bawah sayapnya).
Setiap
orang dapat menjumpai bermacam-macam persoalan, ketika harapan dan iman
kita menurun, teladanilah Abraham.
Ketika belenggu kehidupan menerpa
kita, janganlah kita sampai
kehilangan sukacita, bahkan
harus tetap mampu membagikannya kepada sesama. Ketika hidup kita terancam, tetaplah fokus pada tujuan beriman, membagikan kabar baik, bahkan memberikan perteduhan, damai sejahtera kepada orang
lain. Tetapi persoalan bisa banyak macamnya, dan tokoh iman juga masih sangat banyak ,
jadi pelajari dan kenalilah terus
karakter tokoh-tokoh iman, agar ketika kita sedang dalam persoalan apapun
kita dapat meneladani
tokoh-tokoh iman yang kita kenal.
(disarikan
dari kotbah Pdt. Em. Henkie Kertamihardja , Minggu, 21 Feb’16, oleh HK)
No comments:
Post a Comment