YAKIN
DAN TAAT AKAN JANJI PEMELIHARAAN TUHAN
Kejadian 15:1-6; Ibrani 11:1-3, 8-16; lukas 12:32-40
Seseorang bisa saja meragukan pemeliharaan Tuhan dalam
hidupnya. Saat dia merasa Tuhan tidak menolongnya setelah dia menanti begitu
lama atau tidak ada perubahan atas masalahnya, maka itu bisa membuatnya
meragukan pemeliharaan Tuhan atas hidupnya. Godaan bisa membuatnya mencari
jalan keluar sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan atas hidupnya. Hal
itu bisa membuatnya jatuh dalam dosa.
Abraham dalam perjalanan imannya pun pernah mengalami
keraguan atas pemeliharaan Tuhan. Tuhan datang kepadanya dalam suatu
penglihatan saat Abram mengalami ketakutan dalam hidupnya karena tidak memiliki
keturunan. Abram saat itu sudah begitu putus asa, sampai-sampai berpikir kelak
yang menjadi ahli waris adalah budaknya. Abram juga menyalahkan Tuhan atas
keadaannya yang tidak memiliki keturunan. Tetapi Tuhan menepis kesimpulan
Abram, lalu mengajak Abram untuk melihat bintang di langit. Kelak keturunan
Abram akan seperti bintang di langit.
Pernahkah kita menyalahkan Tuhan saat menghadapi masalah
berat dalam hidup kita? Kita putus asa, takut, kuatir, cemas, melihat hari esok
seakan gelap? Lalu kita berkata pada Tuhan, “Tuhan, mengapa Tuhan tega
melakukan ini padaku?” Dengan sikap seperti ini kita telah menyalahkan Tuhan?
Apa iya Tuhan merancangkan yang jahat kepada anak-anakNya? Buktinya Tuhan
memberikan janji yang indah kepada Abram, bahwa dia akan memiliki keturunan
seperti bintang di langit yang tak terhitung banyaknya. Jadi Tuhan, tidak
memberikan rancangan yang buruk kepada kita, rancangan Tuhan itu baik.
Sama seperti Abram, dia dekat dengan Tuhan tetapi tak
luput dari masalah. Kita pun juga demikian, tak luput dari masalah sekalipun
kita memiliki iman yang besar. Tetapi orang yang dekat dengan Tuhan selalu
Tuhan sertai saat menghadapi masalahnya, bahkan memberikan jalan keluar. Yang
kita perlukan adalah yakin dan taat akan pemeliharaan Tuhan atas hidup kita.
Bagaimana langkahnya? Pertama, percayalah bahwa masalah itu tidak melebihi
kekuatan kita. Tuhan sekali-kali tidak akan mengijinkan masalah yang datang
melampaui kekuatan kita. Kalau masalah itu hadir berarti kita bisa
menghadapinya. Kedua, tenang dan sabar menghadapinya. Jika kita tenang maka
kita dapat berpikir dengan baik dan jernih. Ketiga, menikmati proses yang ada,
sehingga kita bisa melihat pekerjaan Tuhan dalam setiap sisi hidup kita. Dengan
begitu kita akan melihat pemeliharaan Tuhan yang lain dan kita akan mengatakan,
“Tuhan itu baik.” Keempat, Tuhan memberikan rancangan yang indah dan bukan
rancangan kecelakaan.
Abraham menjadi saksi iman oleh karena dia memiliki
masalah besar dalam hidupnya. Jadi ternyata masalah malah membuat iman
seseorang terbentuk, semakin teguh. Sama seperti Abraham yang tidak takut lagi
saat Tuhan memintanya mengorbankan Ishak anak tunggalnya. Iman Abram yang
awalnya ragu, putus asa, kini menjadi kokoh dan teguh. Oleh sebab itu jangan
bersedih hati saat kita mendapati masalah dalam hidup kita. Hadapi masalah itu
dengan iman, sambil mengingat janji penyertaan Tuhan dan jadilah saksi-saksi
iman di tengah keluarga kita. Amin.
(Disarikan dari kotbah Pnt. Adi Netto Kristanto, Minggu 7 Agustus’16 oleh ANK)
No comments:
Post a Comment