Sunday, August 14, 2016

Ringkasan Khotbah - 07 Agustus 2016

YAKIN DAN TAAT AKAN JANJI PEMELIHARAAN TUHAN
Kejadian 15:1-6; Ibrani 11:1-3, 8-16; lukas 12:32-40

Seseorang bisa saja meragukan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya. Saat dia merasa Tuhan tidak menolongnya setelah dia menanti begitu lama atau tidak ada perubahan atas masalahnya, maka itu bisa membuatnya meragukan pemeliharaan Tuhan atas hidupnya. Godaan bisa membuatnya mencari jalan keluar sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan atas hidupnya. Hal itu bisa membuatnya jatuh dalam dosa.

Abraham dalam perjalanan imannya pun pernah mengalami keraguan atas pemeliharaan Tuhan. Tuhan datang kepadanya dalam suatu penglihatan saat Abram mengalami ketakutan dalam hidupnya karena tidak memiliki keturunan. Abram saat itu sudah begitu putus asa, sampai-sampai berpikir kelak yang menjadi ahli waris adalah budaknya. Abram juga menyalahkan Tuhan atas keadaannya yang tidak memiliki keturunan. Tetapi Tuhan menepis kesimpulan Abram, lalu mengajak Abram untuk melihat bintang di langit. Kelak keturunan Abram akan seperti bintang di langit.

Pernahkah kita menyalahkan Tuhan saat menghadapi masalah berat dalam hidup kita? Kita putus asa, takut, kuatir, cemas, melihat hari esok seakan gelap? Lalu kita berkata pada Tuhan, “Tuhan, mengapa Tuhan tega melakukan ini padaku?” Dengan sikap seperti ini kita telah menyalahkan Tuhan? Apa iya Tuhan merancangkan yang jahat kepada anak-anakNya? Buktinya Tuhan memberikan janji yang indah kepada Abram, bahwa dia akan memiliki keturunan seperti bintang di langit yang tak terhitung banyaknya. Jadi Tuhan, tidak memberikan rancangan yang buruk kepada kita, rancangan Tuhan itu baik.

Sama seperti Abram, dia dekat dengan Tuhan tetapi tak luput dari masalah. Kita pun juga demikian, tak luput dari masalah sekalipun kita memiliki iman yang besar. Tetapi orang yang dekat dengan Tuhan selalu Tuhan sertai saat menghadapi masalahnya, bahkan memberikan jalan keluar. Yang kita perlukan adalah yakin dan taat akan pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Bagaimana langkahnya? Pertama, percayalah bahwa masalah itu tidak melebihi kekuatan kita. Tuhan sekali-kali tidak akan mengijinkan masalah yang datang melampaui kekuatan kita. Kalau masalah itu hadir berarti kita bisa menghadapinya. Kedua, tenang dan sabar menghadapinya. Jika kita tenang maka kita dapat berpikir dengan baik dan jernih. Ketiga, menikmati proses yang ada, sehingga kita bisa melihat pekerjaan Tuhan dalam setiap sisi hidup kita. Dengan begitu kita akan melihat pemeliharaan Tuhan yang lain dan kita akan mengatakan, “Tuhan itu baik.” Keempat, Tuhan memberikan rancangan yang indah dan bukan rancangan kecelakaan.

Abraham menjadi saksi iman oleh karena dia memiliki masalah besar dalam hidupnya. Jadi ternyata masalah malah membuat iman seseorang terbentuk, semakin teguh. Sama seperti Abraham yang tidak takut lagi saat Tuhan memintanya mengorbankan Ishak anak tunggalnya. Iman Abram yang awalnya ragu, putus asa, kini menjadi kokoh dan teguh. Oleh sebab itu jangan bersedih hati saat kita mendapati masalah dalam hidup kita. Hadapi masalah itu dengan iman, sambil mengingat janji penyertaan Tuhan dan jadilah saksi-saksi iman di tengah keluarga kita. Amin.

(Disarikan dari kotbah  Pnt. Adi Netto Kristanto, Minggu 7 Agustus’16 oleh ANK)

No comments:

Followers

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda


Kami Kerjalayan Kesehatan Anda

Kami Kerjalayan Kesehatan Anda