Saturday, December 31, 2016

Ringkasan Khotbah - 25 Desember 2016

ALLAH YANG MENDEKAT
(Yohanes 1:1-14)

Kita mengenal legenda Malin Kundang dari Minangkabau. Malin Kundang yang sesudah merantau dan menjadi kaya raya lalu pulang ke kampung halaman menjadi tersohor. Banyak orang yang mengelu-elukannya, termasuk di antaranya seorang ibu yang sudah renta dari satu desa, ibu kandungnya sendiri.  Memang keterlaluan, Malin Kundang tidak mau menerima ibu kandungnya apalagi mengakuinya sebagai ibu kandung. Ia mengusir ibu kandungnya yang miskin pergi dan si ibu mengutuki Malin Kundang karena sikap durhakanya ini. Ibunya murka berat dan mengutuki Malin Kundang menjadi batu. Jadilah demikian.

Dalam bahasa yang sederhana Allah, melalui Anak-Nya, Yesus Kristus yang adalah Firman yang menjadi manusia, datang kembali kepada mahluk yang pernah diciptakan oleh Sang Bapa, yakni dunia ini dengan manusia yang mendiaminya tetapi dunia menolaknya. Dunia yang sudah dirasuki dosa, bukan hanya melenceng dari tujuan diciptakannya dunia tetapi malahan melawan Allah yang menciptakan-Nya dan berjalan menuju kebinasaan.

Tidak seperti Ibu Kanduang si Malin Kundang yang membalas sikap durhaka anak kandungnya dengan pergi dan mengutuknya menjadi batu maka Allah justru datang mendekat, dan bukan hanya mendekat melainkan berinkarnasi menjadi manusia. Sikap Tuhan ini sekaligus menunjukkan kemahakuasaan-Nya yang berdaulat penuh tetapi sekaligus sikap yang tetap menghargai dan menghormati manusia ciptaan-Nya. Ia tidak hanya “bergerak mendekat” tetapi dalam intensitas yang mendalam Ia ‘mengidentifikasikan diri’ atau  Ibrani 4:15 memakai kata ‘sympathèsai’ – ‘ikut merasakan sendiri’ semua hal buruk yang dialami oleh orang yang beriman kepada Kristus dan pembedanya hanyalah bahwa Ia tidak berbuat dosa. Dan satu-satunya motif untuk tidakan-Nya ini adalah ‘kasih’ yang tanpa pamrih dan dijalani dengan ikhlas serta rela. Ia tidak rela mahluk ciptaan-Nya itu hancur binasa sebagai akibat berbuat dosa dan melawan Bapa-Nya dan tidak hendak juga mencampakkan-Nya agar semua tingkah polah jahat dunia itu berhenti.

Mari kita gunakan kesempatan baik dari Tuhan untuk memeriksa diri dan menggunakan kesempatan baik Allah mendekat seperti Yesaya menyerukannya:

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui;
berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya,
dan orang jahat meninggalkan rancangannya;
baiklah ia kembali kepada TUHAN
maka Dia akan mengasihani-Nya,
dan kepada Allah kita
sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya!
(Yesaya 55:6-7)


 (disarikan dari kotbah Pdt. Em. Samuel Santoso  Minggu 25 Desember 2016, oleh ss) 

No comments:

Followers

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda


Kami Kerjalayan Kesehatan Anda

Kami Kerjalayan Kesehatan Anda