MEMPERSEMBAHKAN DIRI SEBAGAI KORBAN
KEPADA ALLAH
MARKUS 10:46-52
Dalam Markus
10:46 ditulis, “lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika
Yesus keluar dari Yerikho....”, perikop ini masih berhubungan dengan
pasal-pasal sebelumnya.
Perikop Markus 10:46-52 ini masih merupakan salah satu
dari periode pelayanan Yesus di Yudea. Markus 10:1 menyebutkan Yesus berangkat
ke daerah Yudea dan dan ke daerah seberang sungai Yordan dan Markus 10:46
menulis Yesus tiba di Yerikho. Yerikho, pada zaman Yesus, terletak sekitar 5
mil (8 km) dari sebelah barat sungai Yordan, dan 15 mil di sebelah Timur Laut
Yerusalem.
Ketika Yesus bertemu Bartimeus, Yesus hendak keluar dari Yerikho.
Kita dapat melihat bahwa perjalanan yang Yesus telah lakukan dalam pelayananNya
di daerah Yudea bukanlah perjalanan yang pendek. Yesus telah berjalan
bermil-mil atau berkilo-kilo meter. Tentu saja, perjalanan yang tidak pendek
itu akan menimbulkan rasa lelah bagi yang menjalaninya. Mungkin rasa lelah juga
menyebabkan orang banyak itu menegur Bartimeus, dan menyuruhnya diam.
Bagaimanapun, ketika orang banyak tidak peduli akan kebutuhan Bartimeus, bahkan
merasa terganggu oleh seruan Bartimeus, Yesus justru dengan kasih-Nya tetap mau
melayani Bartimeus.
Sikap Yesus
ini dapat menjadi teladan untuk umat, dalam rangka mempersembahkan diri sebagai
persembahan kepada Allah. Yesus memberikan diri-Nya, bukan hanya nyawa-Nya.
Yesus juga memberikan teladan (tentang) bagaimana kita dapat memberikan seluruh
aspek hidup kita untuk Allah, baik waktu, tenaga, perhatian, maupun kasih kita,
bagaimana pun keberadaan kita.
(diambil dari buku Dian Penuntun edisi 20 hal.
205)
No comments:
Post a Comment