Saturday, November 21, 2015

Ringkasan Khotbah - 01 November 2015

DISUCIKAN DAN DILAYAKKAN UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH YANG HIDUP
Ada sesuatu yang menarik dari bacaan pertama menurut lexionari pada Minggu, 01 November 2015 ini, yaitu kisah tentang seorang perempuan dari bangsa Moab yang sangat berani (kalau tidak mau dibilang lancang) dalam mengambil keputusan menjadikan Allah Naomi sebagai Allah-nya! Di mana sisi menariknya?
1. Keperempuanan-nya.
Perempuan dalam dunia dan budaya saat itu dianggap bukan manusia! Bagaimana mungkin yang bukan manusia itu berani (lancang) memilih Allah sebagai Allah dia?
2. Etnisitasnya adalah Moab. Artinya dia adalah anak yang dilahirkan dari persetubuhan Lot dengan anaknya setelah peristiwa Sodom dan Gomora. (Kejadian 19:30-38). Kedua anak Lot dari anak-anak perempuannya ini (Moab dan Amon) kemudian dihukum seperti yang ditulis dalam kitab Ulangan 23:3 - Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya.

Nampaknya mustahil jika Rut tidak tahu perihal ketidaklayakan dirinya sebagai perempuan dan sekaligus seorang Moab sehingga dia berseru hendak menjadikan Allah Naomi sebagai Allah-nya.
Yang mengherankan mengapa Allah membiarkan Rut bertindak seperti ini? Bahkan kejutan lain nama Rut ditulis oleh Matius dalam silsilah Nenek Moyang Tuhan Yesus.
Surprise!!
Allah ternyata membuka diriNya untuk dikenali bahkan dikasihi Rut. Dalam iman Kristen kita percaya bahwa setiap orang yang mengakui Allah adalah akibat dari inisiatif Allah melayakan orang tersebut. Dalam kasus ini kita dapat memahami bahwa Allah lah yang menyucikan dan melayakan Rut untuk beribadah kepadaNya.
Allah bahkan melibatkan Rut, seorang perempuan, seseorang dari bangsa Moab yang dikutuk untuk tidak pernah boleh menjadi jemaah Allah, dalam sebuah karya keselamatan yg dikerjakan-Nya.
Sehingga darah yang mengalir dalam diri Sang Mesias itu juga mengalir darah bangsa Moab. Bukan darah murni Yahudi.
Ini berita Injil! Bagaimana Allah bersedia dan mampu menyucikan dan melayakan siapapun untuk terlibat dalam pekerjaan Dia. Untuk dijadikan sebagai umatNya. Allah dengan darah Kristus, menurut penulis Ibrani memurnikan hati manusia.
Sehingga pantaslah kita bersyukur dengan kesediaan menaruh kasih pada Allah melalui sesama kita.
Amin

(disarikan dari Kotbah Pdt. Evelyne Yudiarti, Minggu 1 November 2015)

No comments:

Followers

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda


Kami Kerjalayan Kesehatan Anda

Kami Kerjalayan Kesehatan Anda