DISUCIKAN
DAN DILAYAKKAN UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH YANG HIDUP
Ada sesuatu
yang menarik dari bacaan pertama menurut lexionari pada Minggu, 01 November
2015 ini, yaitu kisah tentang seorang perempuan dari bangsa Moab yang sangat
berani (kalau tidak mau dibilang lancang) dalam mengambil keputusan menjadikan
Allah Naomi sebagai Allah-nya! Di mana sisi menariknya?
1.
Keperempuanan-nya.
Perempuan
dalam dunia dan budaya saat itu dianggap bukan manusia! Bagaimana mungkin yang
bukan manusia itu berani (lancang) memilih Allah sebagai Allah dia?
2.
Etnisitasnya adalah Moab. Artinya dia adalah anak yang dilahirkan dari
persetubuhan Lot dengan anaknya setelah peristiwa Sodom dan Gomora. (Kejadian
19:30-38). Kedua anak Lot dari anak-anak perempuannya ini (Moab dan Amon)
kemudian dihukum seperti yang ditulis dalam kitab Ulangan 23:3 - Seorang Amon
atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang
kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya.
Nampaknya
mustahil jika Rut tidak tahu perihal ketidaklayakan dirinya sebagai perempuan
dan sekaligus seorang Moab sehingga dia berseru hendak menjadikan Allah Naomi sebagai
Allah-nya.
Yang
mengherankan mengapa Allah membiarkan Rut bertindak seperti ini? Bahkan kejutan
lain nama Rut ditulis oleh Matius dalam silsilah Nenek Moyang Tuhan Yesus.
Surprise!!
Allah
ternyata membuka diriNya untuk dikenali bahkan dikasihi Rut. Dalam iman Kristen
kita percaya bahwa setiap orang yang mengakui Allah adalah akibat dari
inisiatif Allah melayakan orang tersebut. Dalam kasus ini kita dapat memahami
bahwa Allah lah yang menyucikan dan melayakan Rut untuk beribadah kepadaNya.
Allah bahkan
melibatkan Rut, seorang perempuan, seseorang dari bangsa Moab yang dikutuk
untuk tidak pernah boleh menjadi jemaah Allah, dalam sebuah karya keselamatan
yg dikerjakan-Nya.
Sehingga
darah yang mengalir dalam diri Sang Mesias itu juga mengalir darah bangsa Moab.
Bukan darah murni Yahudi.
Ini berita
Injil! Bagaimana Allah bersedia dan mampu menyucikan dan melayakan siapapun
untuk terlibat dalam pekerjaan Dia. Untuk dijadikan sebagai umatNya. Allah
dengan darah Kristus, menurut penulis Ibrani memurnikan hati manusia.
Sehingga
pantaslah kita bersyukur dengan kesediaan menaruh kasih pada Allah melalui
sesama kita.
Amin
(disarikan dari Kotbah Pdt. Evelyne Yudiarti,
Minggu 1 November 2015)
No comments:
Post a Comment