Saturday, November 21, 2015

Ringkasan Khotbah - 08 November 2015

KORBAN KRISTUS YANG SEMPURNA MENJADI DASAR KEPERCAYAAN  UMAT TUHAN
Ibrani 9:24-28

Kalau kita membaca kitab Imamat di Perjanjian Lama maka kita menemukan tujuh pasal yang  terdiri dari seratus lima puluh lima ayat dan sepuluh jenis korban harus dilaksanakan oleh umat Israel dan semuanya harus dijalankan dalam detil yang sempurna dengan persyaratan-persyaratan maksimal agar korban berkenan kepada Tuhan. Untuk apa? Hakikatnya persembahan korban dilakukan demi pulihnya relasi antara umat dengan Tuhan. 

Dalam rumusan yang sederhana adalah supaya perjanjian anugerah ‘Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku’  terwejawantahkan. Bila hal itu terjadi maka hidup umat terjamin jasmani rohani, dunia akhirat, material dan spiritual. Dosa, kekotoran hidup, kesalahan, sikap tidak benar terhadap Tuhan bisa menjadi halangan setiap saat yang membuat jaminan ini tidak terwujud dan tidak mungkin terwujud.  Secermat-cermatnya seorang menyiapkan hewan korban tidak pernah bisa menghilangkan semua kekotorannya. Imamnya? Imamnya juga sama, ia sendiri mesti menyucikan diri supaya ia layak mempersembahkan korban bagi Tuhan. Nah, jika demikian halnya apakah korban yang dituntut dari fihak manusia bisa sempurna? Jawabnya pasti. Tidak bisa.
Yang bisa? Jawabnya juga jelas. Yang bukan dari dunia dan manusia, artinya yang dari sorga dan dari Allah sendiri. Bagi penulis surat Ibrani yang fasih sekali dengan keimaman Perjanjian Lama menyatakan bahwa Korban yang sempurna dan Imam yang sempurna itu ada pada satu sosok pribadi saja sekaligus yakni Yesus Kristus. 
Ia dari sorga dan dari Allah sendiri dan dia masuk ke kemah sembayang yang manusiawi dan duniawi yang sudah mencoba sekeras mungkin agar bisa sempurna dan, dengan demikian berkenan kepada Tuhan, tetapi tidak pernah bisa. Karena yang manusiawi dan duniawi tidak bisa sempurna meski pun berulangkali dilaksanakan tidak begitu dengan yang sorgawi dan ilahi, satu kali dan untuk selamanya, once and forever tidak menekankan pada peristiwanya tetapi terutama dampak dari pengorbanan hidup Sang Imam yang sejati itu.  Jaminan Allah atas hidup umat kembali lagi. Umat ditebus, Sang Penebus adalah Anak Allah sendiri. Korban yang sempurna Yesus Kristus ini.
Sorga sudah dibuka lagi bagi kita. Tangan Allah yang terbuka siap menerima dan mendekap kita dalam pelukan kasih-Nya. Perjanjian Anugerah dari Allah, “Aku akan menjadi Allahmu, dan kamu akan menjadi umat-Ku” digenapi sempurna. Hidup sejahtera dipulihkan malahan bukan hanya bagi umat Allah bahkan bagi bangsa-bangsa lain. Rut yang orang Moab itu dihisabkan dalam karya penebusan Tuhan lewat Boaz.
Sang Imam Agung yang sekaligus menjadi Sang Korban, meski pun sama dengan janda miskin yang mempersembahkan dua sheke. Sudah memilih dengan sadar mempersembahkan seluruh hidup dan mati-Nya sebagai Persembahan Korban yang sempurna. Yang bisa sempurna hanya Dia dan kebenaran ini mesti ditanggapi secara pantas dengan memberikan persembahan yang – seharusnya – sama tetapi cukup optimal saja dan keikutsertaan secara tulus dan ikhlas dalam pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Tidak ada jasa kita yang bisa kita banggakan dan oleh karenanya Tuhan mesti mengasihi dan memperhatikan kita bahkan menyejahterakan kita. Jesus said: “Not you and yours but I” Keikutsertaan pada pekerjaan Tuhan semata-mata demi kemuliaan-Nya belaka.


 (disarikan dari Kotbah Pdt. Samuel Santoso, Minggu 8 November 2015 oleh ss)

No comments:

Followers

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda


Kami Kerjalayan Kesehatan Anda

Kami Kerjalayan Kesehatan Anda