BERJUMPA DENGAN ALLAH YANG HIDUP
Kejadian 18:1-10; Mazmur 15; Kolose 1:15-28; Lukas 10:38-42
Allah
menjumpai manusia. Inilah rahasia terbesar dari berita Kitab Suci. Beragam cara
Allah menjumpai manusia. Menariknya, Ia seringkali menjumpai manusia dengan
cara yang tak terduga. Ia menjumpai
manusia dalam kesehariannya, seperti dalam kisah perjumpaan Allah dengan
Abraham. Allah juga menjumpai Paulus dengan cara yang tak terduga. Puncak pernyataan
Allah adalah di dalam Kristus, Allah yang menjadi manusia, di dalam daging.
Inilah rahasia terbesar yang menjadi berita utama Perjanjian Baru.
Pada masa kini banyak “propaganda” kelompok yang mengatasnamakan
gereja atau persekutuan Kristen, yang “menjual” Allah dengan iming-iming mengalami hidup yang berkelimpahan
di dalam Tuhan. Melalui “ritus” tertentu, seolah-olah Allah dapat dikondisikan pasti menjumpai manusia. Suatu deklarasi
yang sama sekali jauh dari kebenaran berita Kitab Suci. Baik Perjanjian Lama
maupun Perjanjian Baru menegaskan, Allah menjumpai semata-mata karena kasih
karuniaNya. Bukan karena manusia layak apalagi berhak, sebagai imbalan atas
perbuatan yang dilakukan. Inilah yang dikatakan oleh Paulus sebagai “rahasia
berabad-abad” yang sebenarnya begitu sederhana, yang hanya dapat dimengerti oleh
orang yang “miskin hati, miskin budi”, yakni orang yang menyandarkan hidupnya
di dalam “kemiskinan” di hadapan Allah. Tidak ada yang dapat dibanggakan di
hadapan Dia.
Respons Abraham, Maria dan Paulus melalui cara masing-masing,
diharapkan dapat menginspirasi kita mengenai bagaimana memberikan respon yang
tepat atas pengalaman perjumpaan dengan Allah. Meskipun mereka berbeda
kepribadian, tetapi di dalam kerendahan hati, mereka telah menyambut kehadiran
Allah dengan cara yang istimewa.
(Diambil
dari buku Dian Penuntun edisi 22 hal. 75-76 )
No comments:
Post a Comment