Sunday, September 25, 2016

Ringkasan Khotbah - 18 September 2016

Memakai Uang dengan Bertanggungjawab

Seringkali kita menangkap maksud kata 'bertanggungjawab' dalam hal keuangan dengan pengaturan penerimaan, meminimalkan pengeluaran, dan menghindari besar pasak daripada tiang. Kita sering melupakan bahwa bertanggungjawab terhadap harta milik berkaitan dengan motivasi mendasar yang berhubungan dengan iman kita pada Kristus.
Pertama, tanggungjawab iman dalam pengelolaan harta milik dimulai dengan kesadaran bahwa harta milik kita adalah kepunyaan Tuhan yang dipercayakan untuk tujuan Illahi, yaitu menyatakan kasih-Nya. Allah berkehendak memelihara kehidupan kita melalui harta milik itu. Ketika kita mengimani bahwa harta itu milik Allah, maka kita tidak akan merasa sombong dan pongah apalagi merasa berkuasa karena harta. Pada saat yang sama kita akan dijauhkan dari ketertundukan terhadap kuasa harta itu, melainkan kitalah yang berkuasa atas harta kita.
Kedua, tatkala kita memahami harta milik adalah bertujuan baik, maka kita perlu mendorong diri untuk percaya bahwa Allah menghendaki kita bekerja dengan baik, rajin, dan jujur. Allah pastilah menginginkan kita untuk menempuh jalan baik dalam kerja kita, bukan dengan jalan yang penuh dengan kejahatan dan tipu muslihat.
Ketiga, dengan memperhatikan tren global masa kini di mana dunia semakin kapitalistis, setiap kita perlu mendengungkan pada diri sendiri secara terus menerus tentang rasa syukur pada berkat yang sudah Allah beri. Mamon adalah kuasa yang akan membuat kita selalu 'merasa kurang' dan 'lapar terus' untuk mengeruk dan menumpuk harta. Akibat rasa lapar ini, manusia dapat jatuh dalam keinginan untuk mengorbankan orang lain demi memenuhi kerakusannya. Tanggungjawab iman terhadap harta milik dinyatakan dengan mengembangkan 'rasa cukup'. Dengan rasa cukup kita akan membuat sumber daya lain dapat dimiliki orang lain, tidak dikuasai semua oleh kita. Dengan rasa cukup, kita akan mampu berbagi dengan orang lain di sekitar kita.
Apakah Saudara terpanggil untuk bertanggungjawab secara iman dalam mengelola harta milik Saudara? Bila Saudara terpanggil mengerjakam ketiga hal tadi, niscaya Saudara akan menjadi orang yang berbahagia dan membahagiakan orang lain di sekitar Saudara.

 (Disarikan dari kotbah Pdt. Bonnie Andreas - GKI Ciledug Raya,Minggu, 25 September 2016, oleh BA)



No comments:

Followers

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda


Kami Kerjalayan Kesehatan Anda

Kami Kerjalayan Kesehatan Anda