Saturday, January 28, 2017

Ringkasan Khotbah - 22 Januari 2017

 Memberitakan Injil Dengan Kekuatan Allah
“Aku berkata kepadamu: Jika mereka diam, maka batu-batu ini akan berteriak.”
Pemberitaan firman hari ini diawali dengan sebuah kisah pilu. Seorang yang benar dan jujur di hadapan Tuhan dan manusia ditangkap. Seorang pewarta kebenaran dipenjarakan karena mengecam ketidakbenaran yang dilakukan penguasa negerinya. Yohanes Pembaptis dibungkam, tetapi berita Injil tetap harus tersebar. Kabar keselamatan dari Allah harus tetap diwartakan. Tetapi siapa yang mewartakannya?
Injil Matius mengisahkan, paska penangkapan Yohanes Pembaptis, Yesus Sang Putra Allah meneruskan pewartaan Injil. Ia mengundang orang-orang untuk bertobat sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Hanya saja Yesus tidak mewartakan Injil di Nazaret ataupun di Sungai Yordan sebagaimana yang Yohanes Pembaptis lakukan. Ia menyingkir, jauh ke perbatasan Israel, ke wilayah Galilea. Daerah yang oleh sebagian orang Yahudi dianggap tempat tinggal para pendosa. Bukan karena di sana banyak orang bukan Yahudi, tetapi karena sebagian orang Galilea bukan orang yang taat melakukan hukum Taurat. 
Di Galilea Yesus mewartakan Injil Kerajaan Allah. Bahkan di Galilea, Yesus memanggil murid-murid-Nya yang pertama. Simon, Andreas, Yakobus, Yohanes mereka adalah murid-murid Yesus yang pertama. Mereka semua bukan orang terpelajar. Mereka semua nelayan. Yesus menjumpai mereka dan mengajak mereka untuk menjadi murid-Nya: “Mari, ikutlah Aku, kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Bersama keempat murid-Nya Yesus mulai mengajar di rumah Ibadat, memberitakan Injil Kerajaan Allah, menyembuhkan yang sakit dan mengusir segala kelemahan (Matius 4:23).
Yang menarik adalah bagaimana cara Tuhan Yesus menyiapkan murid-murid-Nya untuk menjadi penjala manusia. Tuhan Yesus tidak menyiapkan mereka untuk menjadi orator atau pengkhotbah yang handal sekalipun Ia tahu kelak para murid harus meyakinkan banyak orang melalui perkataan mereka; sekalipun Tuhan Yesus tahu para murid kelak harus memberitakan Injil Kerajaan Allah di hadapan para pembesar dan cerdik pandai dengan kata-kata mereka. Tuhan Yesus tidak menyiapkan para murid untuk menjadi seperti ahli Taurat, sekalipun Ia tahu suatu saat nanti murid-murid-Nya akan berhadapan dengan ahli-ahli Taurat dan pemimpin-pemimpin agama Yahudi. 
Yang Tuhan Yesus lakukan adalah mengajak para murid untuk melihat dan merasakan apa yang Ia lakukan. Saat ada seorang buta berteriak, “Yesus, Anak Daud, tolonglah aku.” Yesus tidak mengabaikannya. Ia datang menjumpai orang buta itu, berbicara dengannya, mendengar keluh kesah dan harapannya. Dan dengan kuasa yang dimiliki-Nya, Yesus mencelikkannya. Saat ada seorang wanita yang sudah lama berjalan menunduk berdiri di luar Bait Allah dalam diam. Sementara orang-orang di sekitarnya sibuk dengan urusannya masing-masing,  tidak ada yang memperhatikan wanita itu.
Tidak ada seorang pun yang peduli pada kebutuhannya. Bahkan mungkin sebagian orang menganggap pemandangan itu sebagai hal yang biasa dan karena itu cenderung mengabaikannya. Yesus tidak demikian. Dari jauh Ia menunjuk wanita itu. Ia berjalan mendekatinya. Menjamahnya, menyembuhkannya. Sekalipun Ia tahu menyembuhkan orang yang sakit di hari Sabat adalah sebuah pelanggaran. Yesus melakukannya, sebab Ia tahu, Anak Manusia adalah Tuhan atas hari sabat. 
Saat ada seorang yang oleh lingkungannya dianggap berdosa dan tidak layak untuk berjumpa dengan Yesus,  namun karena keinginannya yang besar ia naik ke atas pohon agar bisa melihat Tuhan Yesus, Tuhan Yesus justru menjumpainya. Kepada pria ini, Yesus berkata, “Zakheus, turunlah. Hari ini Aku akan menumpang di rumahmu.” Bahkan Alkitab pun mencatat, Tuhan Yesus tidak mengabaikan seorang yang kerasukan roh jahat di Gerasa. Sekalipun orang ini tinggal di pekuburan dan berulangkali meresahkan lingkungannya, Yesus tetap mau menjumpainya, mendengarkan permintaannya dan menyembuhkan dia. Orang Gerasa yang dipulihkan Tuhan Yesus, Bartolomeus, wanita yang telah disembuhkan dari sakit bungkuknya, juga Zakheus, mereka kemudian menjadi saksi Kristus. Mereka menyaksikan pengalaman mereka saat Yesus memulihkan kehidupan mereka.
Seluruh kisah tersebut membawa kita pada kesimpulan: 
pertama, Tuhan Yesus mengabarkan Kabar Baik bagi manusia. Dan kabar baik itu adalah Allah mengasihi manusia. Allah memberi hati-Nya bagi manusia. Allah rindu untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, termasuk mereka yang dianggap berdosa oleh sesamanya. Inilah Injil Kristus. 
kedua, memberitakan Injil, kabar sukacita dari Allah bisa diawali dengan langkah sederhana, yaitu dengan menceritakan pengalaman kita berjalan bersama dengan Tuhan. Sama seperti yang dilakukan orang di Gerasa, Bartolomeus, wanita yang dipulihkan dari sakit bungkuknya dan juga Zakheus. Sama seperti Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes, mereka menjadi penjala manusia dengan menyaksikan kasih Allah yang mereka alami saat mereka bersama dengan Tuhan Yesus. “Berita tentang salib - yaitu berita tentang kasih, perhatian dan pengorbanan Allah bagi manusia – untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan, dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.”
Memberitakan Injil adalah panggilan kita sebagai penjala manusia. Panggilan ini kita kerjakan bukan dengan kekuatan kita sendiri tetapi dengan kekuatan Allah. Dan itu berarti mewartakan bagaimana Allah merendahkan diri dengan menjadi manusia dan tinggal bersama dengan kita untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang berdosa. Mewartakan Injil dengan kekuatan Allah juga berarti mewartakan cara Tuhan Yesus menghibur, menguatkan dan menolong kita saat kita ada dalam kesukaran, ketakutan, dan kelemahan. Juga mewartakan bagaimana Roh Allah hadir untuk menopang dan meneguhkan kita dalam hidup kita sehari-hari. Marilah kita menjadi penjala manusia.

Disarikan dari khotbah Pdt. Eko Priliadona S  pada Kebaktian Umum 22 Januari 2017 oleh eps)

No comments:

Followers

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda


Kami Kerjalayan Kesehatan Anda

Kami Kerjalayan Kesehatan Anda